Menu atas

Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2018

Tujuh Tips Persiapan Umroh



Selain Haji, umrah adalah sebuah perjalanan spiritual yang dirindukan oleh setiap umat muslim. Mengunjungi rumah Allah dan mengharapkan ridha-Nya adalah tujuan yang mulia. Namun sebelum melakukan perjalanan umroh ada hal yang harus Anda persiapkan agar perjalanan spiritual ini berlangsung dengan baik. Inilah beberapa tips persiapan yang dapat Anda gunakan sebelum Anda berangkat umrah.

1.Pastikan Kondisi Tubuh Prima
Banyak orang yang lupa bahwa selama umrah kita akan banyak berjalan kaki dan suhu udara di Arab Saudi sangat panas saat siang hari. Karena itu sangat penting bagi Anda yang merencanakan perjalanan umrah untuk melatih fisik Anda 6 bulan sebelum keberangkatan. Persiapan fisik dapat dilakukan dengan olahraga, jalan pagi, dan mengkonsumsi makanan yang menyehatkan. Fisik yang kuat bukan hanya membantu Anda melewati proses umrah tetapi juga dapat menikmati pengalaman perjalanan rohani sepenuhnya.

2.Latihan Sabar dan Ikhlas
Saat umrah, Mekkah dan Madinah akan dipenuhi dengan orang-orang yang juga sedang menjalankan umrah. Jadi seringkali Anda akan berada pada kondisi berdesak-desakan. Situasi seperti ini memang tidak nyaman. Bisa kaki Anda terinjak atau badan Anda terhimpit dan sulit bernapas yang kadang bisa membuat Anda kesal. Tapi Anda harus tetap bersabar. Pengalaman umrah tiap orang berbeda-beda. Kadang Anda akan mengalami hal-hal yang tidak sesuai harapan Anda, namun jika Anda menjalani umrah dengan ikhlas maka pengalaman yang tak terlupakan dan bahkan tergerak hati untuk datang lagi ke sini.

3.Hindari Mendorong, Tolonglah Orang Lain
Saat kondisi sedang berdesak-desakan hindari mendorong orang lain. Jika Anda ingin menuju satu tempat namun orang di belakang mendorong Anda, berikan jalan kepada mereka. Tak perlu Anda halangi. Hal ini tidak akan membuat Anda kecil tetapi menunjukkan perilaku yang mulia. Bahkan Anda juga dapat membantu membangunkan sesama umat jika terjatuh akibat didorong.

4.Bawa Baju yang Cukup Banyak
Perjalanan umrah bukanlah seperti perjalanan wisata kebanyakan di mana Anda bisa berpergian dengan pakaian sekucupnya dan hanya membawa sedikit barang.  Untuk umrah Anda harus membawa banyak baju karena suhu yang panas akan membuat pakaian Anda berkeringat dan berbau. Tentu Anda tidak mau mengenakan pakaian yang kotor saat melakukan umrah bukan? Anda cukup mengganti pakaian dan tak perlu repot mencuci baju. Waktu yang harusnya Anda gunakan untuk mencuci baju – apabila membawa pakaian sedikit, juga jadi dapat Anda gunakan untuk istirahat.

5.Jangan Berdiri di Tengah-Tengah
Saat Anda ingin berdoa, jangan berdiri di tengah, pilihlah lokasi yang agak pojok agar Anda dapat  berdoa dengan khusuk tanpa harus terganggu orang yang lewat saat Anda lewat.

6.Buatlah Dokumen Cadangan
Kehilangan barang dan dokumen seperti paspor, tanda pengenal adalah risiko yang mungkin terjadi saat Anda melakukan umrah. Namun seandainya hal itu terjadi Anda dapat mengantisipasi dengan membuat dokumen cadangan dan menyimpannya di email Anda dan email keluarga. Jadi sewaktu-waktu dibutuhkan Anda masih punya dokumen cadangan tersebut.

7.Selalu Berada Dalam Grup
Berada di antara ribuan jamaah yang sedang berjalan, mudah sekali bagi Anda terpisah dan kesulitan untuk mencari jalan pulang. Karena itu tetaplah berada dalam rombongan Anda dan jangan berusaha jalan sendiri ketika Anda ribuan orang sedang berjalan di tempat yang sama. Jangan lupa untuk selalu menggunakan tanda pengenal yang dibagikan oleh pemimpin grup Anda sehingga Anda mudah dikenali apabila Anda tersesat.

Itulah beberapa tips yang Anda dapat gunakan agar umrah Anda berjalan dengan lancar. Semoga membantu ya.

Rabu, 25 Juli 2018

Adab Sebelum Berangkat Haji atau Umroh



Dalam melakukan sebuah ibadah,tentunya ada aturan-aturan yang sebaiknya kita lakukan, agar perjalanan Ibadah kita menjadi sempurna. Dalam agama istilahnya adalah adab. Ada bebarapa adab yang sudah digariskan oleh ulama agar Umroh atau Haji kita berjalan dengan sempurna.

Adab-adab itu adalah :

1.Niat
Dalam ibadah apapun, niat adalah bagian terpenting dalam memulai menjalankannya. Begitu juga dalam ibadah Umroh atau Haji, kita harus memulai niat kita dengan ikhlas, karena dengan niat dalam hati sepe rti itu harapannya adalah kita menjadi bersih dari sikap buruk. Karena manusia tidak luput dari sifat riya, ujub. sombong, lalai, kikir, zalim dan sebagainya.

Semakin tinggi rasa ikhlas kita dalam menjalankan Haji atau Umroh, maka akan semakin bersih jiwa dan sifat yang dibenci Allah dan akan semakin mudah mendapatkan keridhoan-Nya.

2.Biaya dari sumber yang halal
Faktor lain yang menyebabkan Ibadah Haji dan Umroh kita tidak sempurna adalah dari mana sumber dana yang kita gunakan, seharusnya kita menggunakan dana yang Halal dan bukan dana yang Syubhat.

Imam Syafii, Imam Hanafi dan Imam Malik mengatakan “Sah secara lahir, tetapi tidak mabrur dan jauh dari penerimaan/ridho Allah SWT”.

3.Memenuhi Hak Allah
Setiap kewajiban ibadah kepada Allah, selalu ada hak Allah didalamnya, dengan mengetahui hak itu, maka  kita akan mendapat manfaat dari ibadah yang kita jalankan.

Rasulullah SAW bersabda,” Hak Allah atas para hambanya adalah beribadahkepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun” (HR. Bukhari dan Muslim)

4.Taubatan Nasuhah
Taubat berarti menyesali (dosa) yang telah lalu, kembali melakukan ketaatan dan bertekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut lagi”.

Ketika kita akan melaksanakan ibadah Haji, hendaklah kitabersungguh-sungguh bertaubat dengan niat yang iklas semata untuk mendapat Ridho Allah SWT, mengakui dan menyesali perbuatan dosa dan bertekad untuk tidak mengulangi lagi, jika perlu lakukan sholat taubat. Di dalam Al-Quran dikatakan,”Karena  sesungguhnya Dia Maha mengampuni kesalahan hamba-hamba yang benar-benar bertaubat kepada-Nya.” (QS. Al-Israa : 25)

5.Menyelesaikan Hak dan Kewajiban dengan sesama manusia
Hak-hak manusia adalah bagian yang terpenting untuk mendapatkan keridhoan Allah dalam menjalankan ibadah Haji dan Umroh.

Hak-hak itu antara lain, meminta maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan  yang pernah dilakukan, membayar hutang serta yang terkait dengan harta atau kewajiban lain, menyelesaikan urusan yang masih belum terselesaikan dengan orang lain, menulis surat wasiat yang menyangkut hak-hak Allah maupun hak kerabat atau keluarga, kemudian memberi bekal yang cukup hingga kembali dari ibadah haji untuk keluarga yang ditinggalkan.

6.Memohon Doa
Memohon keridhoan dan doa dari orang-orang dekat seperti kepada orang tua, guru, kerabat atau keluarga dan sahabat adalah sesuatu yang tidak kalah penting dengan sebagai adab sebelum melakukan haji atau umroh.

Diharapkan doa dan ridho dari orang-orang terdekat ini akan mengiringi keberangkatan calon jamaah agar lancar di dalam pelaksanaan ibadah dan mendapat haji mabrur

7.Semakin Sering Mengaji dan Mengkaji
Sebaiknya ketika waktu semakin dekat dalam menjalankan ibadah Haji dan Umroh, sebaiknya semakin banyak menghabiskan waktu dengan membaca Al Qur'an, berdoa dan beritikaf.

Juga disempurnakan dengan memahami maksud dan tujuan beribadah Haji, Fiqih Haji dan Umroh, termasuk hukum atau fiqih lainnya seperti mengenal wudhu, tayamum, sholat dan adab serta akhlak selama pelaksanaan dan selesainya ibadah Haji.


Kamis, 12 Juli 2018

Perbedaan Haji dan Umroh

Pada dasarnya perbedaan Haji dan Umroh ada beberapa hal, tetapi ternyata masih banyak orang yang belum paham bagaimana menjelaskannya. Haji adalah sebuah perkara yang bersifat wajib bagi seorang Muslim dan merupakan bagian dari Rukun Islam ke 5, sehingga kita harus tahu apa saja yang membedakan kedua ibadah ini. Biarpun kedua-duanya dilaksanakan di Baitullah, tetapi ada perbedaan yang sangat mendasar atas keduanya. Untuk itu, supaya kita dapat lebih memahami, maka berikut ini adalah perbedaan yang ada pada keduanya.

1. Waktu pelaksanaan

Kedua ibadah ini memang sama-sama dilakukan di Makkah, tetapi ibadah Haji tidak boleh dilakukan sewaktu-waktu. Karena ibadah Haji hanya boleh dilakukan di bulan Haji yaitu pada tanggal 9 hingga 13 Dzulhijah. Jadikalau ada yang mengatakan melakukan ibadah Haji diluar waktu itu, maka sudah bisa dipastikan yang dia lakukan hanyalah Ibadah Umroh. Tetapi walaupun ibadah Umroh dapat dilakukan kapan saja, ternyata ada waktu-waktu yang dimakruhkan untuk melakukannya, yaitu pada hari Arofah pada 9 Dzulhijah, hari nahar tanggal 10 Dzulhijah dan hari tasrik, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijah.

2. Manasik (tata cara pelaksanaan)

Perbedaan haji dan umroh juga terdapat pada manasik atau tata cara pelaksanaannya. Ibadah haji memiliki tata cara yang lebih banyak dari umrah, sehingga orang yang pernah beribadah haji juga sudah pernah melakukan praktek umrah. Adapun rukun umrah terdiri dari niat, thawaf dan sa’i, tahalul atau memotong rambut. Sedangkan untuk haji semua rukun umrah tersebut di lakukan dan ditambah dengan wuquf di arafah, mabit (menginap) di Mudzalifah dan mina, serta melempar jumroh.

3. Hukum

Ibadah haji memiliki hukum wajib, bagi yang telah mampu melaksanakannya. Mampu dalam arti meliputi banyak hal, yaitu mampu dalam segi materi untuk berangkat dan untuk keluarga yang ditinggalkan, mampu dalam segi fisik, dan kondisi psikologis. Sedangkan untuk umrah, sebagian ulama mengatakan wajib (bagi yang mampu) namun ada juga sebagian yang mengatakan ibadah umrah ini dihukumi sunnah muakad.

Perbedaan haji dan umroh ini bisa menambah pengetahuan kita untuk menjadikan ibadah haji menjadi lebih ringan dan mudah dalam menjalaninya. Hal yang sangat penting kita perhatikan saat melakukan Umrah atau Haji di tanah suci adalah bahwa seseorang yang melakukan perjalanan ini diluruskan niatnya untuk beribadah, dan bukan untuk berbelanja.

Meskipun kita bisa berbelanja banyak barang disana, namun sebaiknya belanja ini dilakukan sekedarnya saja. Predikat haji akan diberikan untuk mereka yang telah menunaikan ibadah haji, sedang untuk mereka yang melakukan ibadah umrah tidak akan mendapatkan predikat ini. Namun demikian, dengan pengetahuan yang benar maka kita tidak akan marah ketika kembali dari tanah suci dan orang tidak menambahkan predikat haji untuk kita. Hal ini juga merupakan salah satu perbedaan Haji dan Umroh.